Kisah Antakusuma dengan Kayuhan Pedal Sepedanya

Kehilangan orang tua dan lemahnya ekonomi tidak lekas membuat para santri berhenti menghafal Al-Quran. Ribuan kisah dapat ditemui di sekian lokasi program dakwah PPPA Daarul Qur’an, di Indonesia dan luar negeri.

Banyak di antaranya menyimpan luka mendalam sekaligus semangat perubahan para santri di ribuan Rumah Tahfidz, 10 lokasi Pesantren Takhassus, dan Kampung Qur’an.

Di antaranya yaitu Antakusuma, laki-laki yang sejak tahun 2011 harus menjadi bapak sekaligus ibu untuk keempat anaknya. Nurjannah, putri ketiga Antakusuma, saat ini sedang berkhidmad di Pesantren Takhassus Daarul Quran di Brebes, Jawa Tengah. Seketika di tengah obrolan, air mata Nurjannah terjatuh. Jannah teringat pertama kali bapaknya menjenguknya di Rumah Tahfizh. Perjalanan panjang lebih dari 60 kilometer ditempuh Antakusuma dengan kayuhan pedal sepeda dari Cirebon-Brebes.

Muharam 1440 H ini, PPPA Daarul Qur’an mengajak Anda untuk membahagiakan para santri Yatim-Dhuafa binaan di pelosok negeri, di Rumah Tahfizh, Pesantren Takhassus, dan Kampung Qur’an dalam program 10.000 Bingkisan Untuk Yatim (BUY) senilai Rp. 250.000/santri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *