Penting! Ini Dampak Penggunaan Popok pada Bayi

Dampak penggunaan popok pada bayi ternyata cukup banyak, serta ini perlu kita ketahui sebagai bahan pembelajaran. Pospak atau popok sekali pakai sudah menjadi barang yang wajib dimiliki oleh para ibu yang memiliki bayi, karena dengan pospak kencing atau kotoran bayi bisa tertampung untuk sementara waktu.

Sehingga para ibu tidak perlu berulang kali mengganti popok atau celana dan pastinya akan mengurangi cucian. Selain itu dengan menggunakan pospak bayi tidak sering rewel karena merasa basah oleh kencingnya. Namun perlu diketahui pula dampak penggunaan popok pada bayi juga.

DAMPAK PENGGUNAAN POPOK PADA BAYI

Manfaat pospak memang sangat besar bagi para ibu, namun perlu diperhatikan juga bagi kesehatan bayi. Di sisi lain kemudahan penggunaan pospak, ternyata banyak juga hal negatifnya. Berikut beberapa dampak penggunaan popok pada bayi:

  1. Ruam kulit

Kondisi kulit bayi berbeda-beda, ini juga akan mempunyai dampak ruam popok pada bayi. Bagi kulit bayi yang sensitif terhadap bahan pospak, kulit bayi akan berubah kemerahan jika terlalu sering menggunakan pospak atau terlalu lama tidak mengganti diapernya, sehingga kulit bayi lembab.

Jika hal ini dibiarkan dan dilanjutkan penggunaannya kulit bayi bisa menjadi gatal, lecet dan bahkan infeksi. Sehingga jika sudah ada gejala kemerahan pada kulit bayi jangan diabaikan yang merupakan bagian dari dampak ruam popok pada bayi.

Beberapa solusi diantaranya adalah, menggunakan krim bayi untuk ruam popok yang sudah banyak diproduksi oleh brand-brand produk bayi. Selain itu, perlu mengganti merk pospak yang digunakan, biasanya pospak dengan kualitas bagus tidak menyebabkan ruam kulit bayi.

Dan yang paling penting adalah jaga kebersihan bayi, mencuci atau cebok setiap menganti pospak dan tidak terlalu lama mengganti pospak.

 

  1. Infeksi saluran kencing

Karena fungsi pospak adalah menampung air kencing sementara, dimana air kencing merupakan kotoran yang mengandung kuman, maka bisa jadi ada penyebaran kuman yang menyebabkan infeksi saluran kencing.

Berdasarkan sumber dari seorang dokter anak, dr Sulaiman Hamid, Sp.A, beliau mengatakan bayi perempuan lebih rawan terkena infeksi saluran kencing karena salurannya pendek, tidak seperti bayi laki-laki. Oleh karena itu disarankan tidak menggunakan pospak, atau jika menggunakan pospak harus sering mengganti, terutama bagi bayi perempuan.

 

  1. Limbah sampah

Dampak limbah popok bayi juga cukup besar. Jika satu bayi menghabiskan 3-5 popok atau bahkan lebih dalam satu hari, bisa kita bayangkan berapa banyak sampah pospak di bumi ini. Dan seperti kita ketahui sampah pospak adalah jenis sampah yang tidak mudah terurai, butuh puluhan tahun untuk menguraikan pospak tersebut. Ini salah satu dampak penggunaan popok pada bayi yang merusak lingkungan.

Berdasarkan data WHO Indonesia merupakan salah satu Negara penghasil sampah terbesar di dunia, dan Negara sedang menggalakkan Indonesia bebas sampah 2020. Mulai dari diri sendiri, dari lingkungan kecil, alangkah baiknya jika menjaga alam dari tumpukan sampah pospak yang semakin menggunung.

DAMPAK PENGGUNAAN POPOK PADA BAYI

Memakai pospak memang memberikan banyak kemudahan, namun harus diperhatikan juga dampak penggunaan popok pada bayi. Selalu ada cara untuk berbuat lebih baik, salah satunya dalam hal penggunaan pospak. Saat ini sudah banyak produk popok kain atau clodi yang berfungsi sama dengan pospak namun lebih banyak keunggulannya. Dengan sedikit ditambah kerepotan mencuci, namun hal baik yang dihasilkan lebih banyak. Penjelasan tentang clodi bisa dibaca disini.

Semoga bermanfaat. [LP]

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *